Popular Post

My Destiny

By : Unknown
       Tibalah waktunya, ketika takdir satu persatu berjalan. Ketika waktu mulai menggerogoti sisa hidup ini, ketika renta meniada berdayakan tubuh mungil ini, ketika senja begitu terlihat singkat, ketika mata begitu terlihat sempit, sepertiku yang tak berdaya terhakimi waktu, nasib dan takdirku.
       "Ibu, apakah aku boleh menjadi yang ku mau???"
       "Ibu, apakah aku boleh meminta semua dari ibu???"
Pertanyaan yang selalu ku lontarkan saat ku masih ingusan. Ibupun selalu meresponku dengan senyum lebar manisnya dan selalu berkata "Tentu sayang...!!! tapi kamu harus belajar dengan rajin ya". Jujur, kami bukanlah dari keluarga berada, sederhana dirumah semut, ramai dan saling berbagi tiada henti. Aku yang lulus test mendapatkan beasiswa di sekolah elit jakarta harus hidup ditengah tengah teman konglomeratku. Jakarta International School(JIS), rumah kedua bagi anak anak menteri dan pengusaha Jakarta, tak sedikit siswa asing disini.
     "Let's get succes, Let's get succes" Potongan bunyi bel music sekolahku dulu. Terlihat semua siswa berlangkah seribu menuju kelas. "How are you today???" Saut seseorang kepadaku dihari pertama sekolah. Seperti nama sekolahku, kami menggunakan bahasa inggris penuh disekolah.
"Hey, your uniform like it was a former, cmonnn guys, don't be down to earth here, this wasn't the place isn't it???" kata temanku. "No, actually it was" tutur lembut tersapu maluku. "oh gossshtt its kinda sucks for me, really ??? are you kidding me buddy??? sambung temanku. "No, i ain't kidding at all, ya its kinda funny thing but it was the truth, im not such as you who from rich people, im just a poor that could be study here with full of scholarship, but its gonna be alright, for me" celetuk ku padanya. "oh sorry im not mean to............", "oh really??? u such as unworthy to be here, look at you???" potong temanku yang lain. "isn't that everyone could be school everywhere he wants right???" bela ku. "you did, but everyone has a mirror to see who they are, isn't it???"
      Belum ku menjawab, seluruh kelas kembali keposisi mereka karena seorang pengajar masuk.
"this isn't finish yet" bisik teman polandiaku sebelum kembali ke tempatnya.
to be continued......

Bagaimana menulis sebuah karya

By : Unknown
Hari ini , gue dikejar banya project ni gaesss... terlebih banyak tugas kuliah juga. yang penting sih bisa bagi waktu aja. disitulah management timing kita di uji hahaha. Sebenernya gue pengen bahas tentang tulisan aja sih ..

Dimulai dari gue sebagai redaktur di salah satu majalah daerah dibogor dan termasuk dicirebon, disalah satu majalah swasta. gue hanya ingin ngejelasin bagaimana penempatan tulisan aja sih dalam nge blog atau whatever... :D jadi bagaimana kalian harus menulis tentang karya tulis apa yang ingin anda tulis. seperti halnya anda menulis pengalaman pribadi pada blog, bahasa seperti apa sih yang kira kira visitor kita gak nilai karya kita membosankan ..wkwkwkwk pasti pake bahasa absurd dong :D atau kalian membuat karya karya tulis yang formal seperti resensi, review atau apaun. Pasti alangkah baiknya menggunkan bahasa yang formal bukan??? apalagi karya2 tersebut masuk dalam materi poembelajaran bahasa indonesia bukan?? meskipun kalian bisa mem peckaging nya dengan bahasa non formal. wkwkwkwk udah dulu yakkk... nanti kalo ada banyak waktu gue bakal lebih rinci lagi dan gue bakal nulis karya yang formal dan unformal. Thanks :D

Three Idiots, My Inspiration Film

By : Unknown
Haeeeeyyyy gaesss...!!! Hari ini gue akan menceritakan sekelumit hidup gue yang terinpirasi dari fim nih gaesss... :D Mau tau kan.. Mau tau kan..??? hahaha :v
            Jadi gini gaesss pasti lo lo pada nanyakan? Kenapa nih bocah tiba tiba jadi sering nge posting gini kwkwkwkwk :v . Jadi gue itu lagi sering dapet tugas untuk ngilangin sarang laba-laba di blog gue gaesss hahaha maksudnya ngidupin ni blog. Nah kali ini gue dapet tugas untuk telling a story of my life that was inspired by a film, novel, or whateverrrrrrr :D. Tapi gue bakal ngerok cerita hidup gue yang terinspirasi dari sebuah film india, calla caiyya caiyya caiyya caiyya wkwkwkwk :D
            Kalian pasti tau kan  film THREE IDIOTS??? Three Idiots adalah film Bollywood yang disutradarai Vidhu Vinod Chopra. Jalan cerita film ini ditulis oleh Rajkumar Hirani. Pemeran di film ini diperankan oleh Aamir Khan, R. Madhavan, Sharman Joshi, Kareena Kapoor, dan Boman Irani. dan film ini dirilis pada 25 Desember 2009. Film ini diangkat dari novel Five Point Someone yang ditulis oleh Chetan Bhagat.
            Ceritanya kaya gimana sih???? Buat yang belum tau korek korek aja di google tentang film Three Idiots. Terus dibagian mana gue terinspirasi??? Hampir disemua bagian gue terinspirasi. Gue merasa terinspirasi karena mungkin gue memiliki sedikit persamaan kali yah.
            Berawal dari sekolah gue dulu... gue masuk Sekolah Madrasah Ibtidaiyyah Negeri. Sorry gaesss gue kaga TK dulu :p , Sekolah Menengah Pertama Negeri. Disini gue dibilang cukup cemerlang lah yahh jalan pendidikan gue. Gue selalu Dapet peringkat 2 Besar di MI, 3 besar di SMP, dan Cuma masuk best 5 di kelas Unggulan. Jadi waktu itu di SMP, the students that got best of 3 itu dikumpulin jadi sekelas dan itu berasa banget saingannya. Gue pun sering mewakili sekolah gue di olimpiade olimpiade tingkat SMP dulu di Jakarta.
            Hingga masa Putih Biru ku pun habis. Disinilah gue berubah drastis. Mamah Papah gue nyuruh gue mondok di ponpes Assalafie Cirebon, gue telat pendaftaran sekolah dan terpaksa masuk sekolah SMK yang padahal gue pengen banget dokter, melenceng banget ya kan?? Tahun depan gue daftar di SMA favorit cirebon, gue diterima dengan hasil yang memuaskan dan tanpa persiapan apapun gue masuk kelas unggulan. Tapi gue ga ambil, gue tetep sekolah di SMK karena gue gamau banyak buang waktu gaes. Nah terus mana certa elu terinspirasi dari film nya??? Okeh okeh disini kita mulai. Di SMK gue dikenal pemalas, gak pernah nyatet, masuk dalam struktur pengurus kelas tapi gak aktif dan sering jadi bahan obrolan di ruang guru. Kok bisa??? Bisa lah karena yang bikin aneh gue ga pernah nyatet tapi gue selalu dapet peringkat 1 di kelas. Weww kok bisa lagi??? Disinilah gue terinspirasi filmnya. Gue bukan tipe orang yang nyatet ini itu lengkap and detail tapi gue tipe orang yang nyimpulin itu semua dan make it as simple as possible. Gue selalu jadi bahan irian temen2 saingan gue disekolah yang selalu dapet nilai dibawah gue... sampe kertas nilai gue di injek2 di depan mata gue??? Wewwww... tapi ga papa lah, Cuma kertas kok. Hingga lulus pun gue masuk the best on otomotif major. And best 3 on all majors.
            Hingga SMK gue lulus pun gue ga boleh berhenti mondok, gue harus tetep kuliah di cirebon padahal gue di terima di PTN Negeri Jakarta loh. Tapi gue coba gue daftar di PTN di cirebon, alhasil diterima di Pendidikan Bahasa Inggris. Tapi ga gue ambil karena gue ga begitu suka pendidikan. Anyway... gue cape nih ngetik nya... wkwkwk nanti disambung lagi yakkkk wkwkwk see ya next time buddy :D


"Taufik Hidayat Sebut Syarat Menjadi Juara"

By : Unknown
         Taufik Hidayat Pebulu tangkis legendaris Indonesia, Taufik Hidayat menyebut syarat utama menjadi juara adalah kemampuan fisik dan mental dan mampu berprestasi dalam tekanan.
Menurut Taufik yang pernah menjadi juara dunia dan Olimpiade Athena 2004 lalu, seorang juara dilahirkan dengan latihan keras dan disiplin tinggi sejak masa kecil.  Buat anak-anak Indonesia, hal ini akan semakin sulit karena tuntutan yang tinggi dari pendidikan yang mereka tempuh. “Anak sekarang dituntut memiliki prestasi di dalam dan di luar pendidikan.”
karena itulah ia sangat mendukung MILO School Competition, sebuah kompetisi bulutangkis beregu antar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, dengan mempersembahkan Piala Taufik Hidayat sejak 2006. “Saya berharap melalui kompetisi ini dapat lahir generasi baru bulutangkis Indonesia yang kelak bisa mengikuti jejak saya menjadi pebulutangkis dunia,” kata Taufik.
“Komitmen itulah yang tidak pernah terlewatkan dari MILO School Competition setiap tahun. Dengan berolahraga, anak-anak juga belajar nilai-nilai positif kehidupan seperti pantang menyerah, kerjasama tim, sportifitas dan percaya diri. Anak-anak sedari dini diajarkan, bukan sekedar bagaimana agar menang, namun bagaimana menghargai “perjalanan” menuju kemenangan dan “bangkit kembali” bila mengalami kegagalan, serta belajar mengenali lawan dan kawan. Inilah yang dibangun selama satu dekade MILO School Competition.
MILO School Competition telah menjangkau lebih dari 24 kota di seluruh Indonesia dengan diikuti lebih dari 22 ribu murid SD dan SMP selama 10 tahun kompetisi ini berjalan.
Taufik juga membantah anggapan atlet dianggap sebagai seseorang yang mempunyai kekuatan fisik luar biasa. Menurut dia, atlet sesungguhnya adalah seseorang yang mampu secara fisik maupun mental untuk “berprestasi” dalam tekanan yang tinggi (ability to perform physically and mentally at a high level).
“Untuk menjadi seorang atlet profesional, seseorang harus bekerja keras, dispilin berlatih dan juga sering mengikuti turnamen. Di Indonesia, turnamen bulutangkis usia dini sangat jarang, sedangkan anak-anak perlu wadah untuk mengasah kemampuannya dalam bulutangkis,” ungkap taufik.
Untuk para pebulutangkis muda, nikmatilah kompetisi ini. Olahraga dan kompetisi tidak akan membuat kalian “sakit atau menderita”. Nikmatilah olahraga sebagai sesuatu yang “fun”, bahwa berkompetisi adalah bermain dengan teman secara sehat dan sportif. Berikan yang terbaik dan selebihnya just enjoy the ride!
Berbagai pengalaman bertanding, kekalahan maupun kemenangan selama perjalanan karier saya telah memupuk mental serta kemampuan sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini, sebagai atlet maupun sebagai manusia biasa. Obsesi saya kedepan adalah masih ingin menjuarai All England, turnamen bulutangkis paling tua di dunia.... :)

"Baby Boy Putra Taufik Hidayat"

By : Unknown
           Putra pebulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat, ternyata di keluarga besar Agum Gumelar mendapat julukan “Baby Boy”.
Putra Taufik yang diberi nama Nayotama Prawira Hidayat tersebut lahir di Jakarta, Jumat (11/6/2010) pukul 16.59. Bayi berukuran panjang 56 sentimeter dan berat 3,65 kilogram itu merupakan putra kedua dari pasangan Amie Gumelar dan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat.
“Alhamdulillah cucu laki-laki saya telah lahir,” kata nenek Nayottama, Linda Amalia Sari Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabinet Indonesia Bersatu II, kepada Antara di Jakarta, Sabtu (12/6/2010).
   
Ia menjelaskan, keluarganya telah mempersiapkan nama bagi cucu laki-lakinya itu, yakni Nayottama Prawira Hidayat. “Pada saat ini kondisi Mbak Amie sangat sehat,” kata nenek dengan dua cucu ini menjelaskan kondisi putrinya yang baru saja melahirkan.
   
Istri dari mantan Menko Polkam Agum Gumelar itu juga mengatakan bahwa pihak keluarga sangat antusias menyambut datangnya anggota keluarga baru. “Kemarin saya sempat deg-degan, tapi sekarang sudah merasa bahagia memperoleh anggota keluarga baru yang kami tunggu-tunggu,” tukas Linda.
Ia juga mengatakan bahwa pihak keluarga menyebut cucu laki-laki itu sebagai “Baby Boy”. Sementara itu, Amie Gumelar dan Taufik Hidayat sebelumnya juga pernah memperoleh seorang putri yang diberi nama Natarina Alika Hidayat.

Ingin Kunjungi Taufik Hidayat Camp

By : Unknown

 MILO School Competition yang digelar di GOR Pangsuma, Pontianak, Kalimantan Barat,  menjadi arena memacu prestasi para atlet.
Tidak hanya atlet yang berasal dari Kota Pontianak, tetapi juga atlet dan calon atlet dari kabupaten yang jauh dari Kota Pontianak, seperti Kabupaten Sintang. Seperti yang dirasakan Dwiki Rafian Restu (10), siswa kelas 5 SD MIN Sintang. Bagi Dwiki, perjalanan jauh dekat bukan soal. Terpenting adalah dia ingin tampil bertanding dan menguji kemampuannya selama berlatih.
"Aku sama teman-teman lainnya dari Kabupaten Sintang ingin mencoba menguji kemampuan. Selama ini latihan 4 kali seminggu dan targetnya ingin menang. Terpenting, berani bertanding dulu," aku Dwiki di sela babak penyisihan hari kedua, Selasa (12/4/2011).
Dwiki mengaku memang banyak pemain unggulan dari Pontianak untuk tingkat SD. Namun, bukan berarti dirinya takut bertanding melawan mereka. "Kalau bisa menang, hadiahnya berlatih di Taufik Hidayat Camp. Pasti seru bisa ke Jakarta," tukasnya.
Apa yang diungkapkan Dwiki dibenarkan Sabran Pembina SD MIN Sintang. Menurut Sabran, dari Kabupaten Sintang ini total ada 16 anak didik yang ikut di MILO School Competition. Anak-anak tersebut dari SD tercatat 6 orang dan SMP sebanyak 10 orang. Dari 16 anak tersebut, papar Sabran, yang diunggulkan untuk SD 2 orang dan SMP 2 orang.
“Untuk tingkat SMP di perorangan adalah Selly Yunita Pratiwi, siswi kelas I SMPN 1 Sintang. Dwiki juga diunggulkan,“ tukasnya.
Sabran mengatakan, Selly diunggulkan berdasarkan prestasi yang diraihnya. Tahun ini dia meraih juara I di Kabupaten Sintang untuk seleksi olahraga bulu tangkis. Saat duduk di bangku SD, Selly meraih juara 3 perorangan di tingkat kabupaten dan 2009 masuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat.
Sedangkan Dwiki belum pernah mengikuti pertandingan di tingkat provinsi. "Meski demikian, Dwiki diunggulkan karena pernah juara 2 O2SN di Pontianak dan juara 1 O2SN di Kabupaten Sintang," kata Sabran.
Sementara itu, Jamaluddin Ketua Bidang Pelatihan dan Perwasitan Pengprov PBSI Kalimantan Barat melihat di MILO School Competition ini ada beberapa pemain unggulan dari Kabupaten Sintang. Peluang mereka dipastikan sama dengan pemain unggulan dari Kota Pontianak sendiri.
"Namun yang PBSI lihat di sini bukanlah siapa yang bakal menang atau tidak. Tapi lebih pada manfaat yang nantinya diperoleh seluruh siswa-siswi, baik di tingkat SD maupun SMP, bisa berprestasi lebih bagus dengan memanfaatkan kejuaraan seperti MILO School Competition. Mereka pantang menyerah, terbukti dari lokasi yang jauh sekalipun,” pungkasnya.
Hasil pertandingan sementara pada babak penyisihan hari kedua kemarin, beberapa SD yang lolos ke babak selanjutnya di kategori SD beregu putra adalah SD Karya Yosep mengalahkan SD LKIA dengan skor 2-0, SDN 41 Pontianak mengalahkan SD Al Mumtaz dengan skor 2-0, SDN 01 Punggur mengalahkan SD Al-Ikhwan lewat skor 2-0, SD 13 Lengkong Ambawang mengalahkan SD MIN Babel dengan skor 2-0, SD 22 Pontianak mengalahkan SD Khairiyah dengan skor 2-0 dan SD MIN Sintang mengalahkan SD 6 Mempawah dengan skor 2-1 serta SD 03 Sintang mengalahkan SD 20 Sei Pinjuh dengan skor 2-0.

Taufik Hidayat Arena

By : Unknown

ACARA PELETAKAN BATU PERTAMA TAUFIK HIDAYAT ARENA





         Acara Groundbreaking atau peletakan batu pertama Taufik Hidayat Arena secara sukses dan lancar telah dilaksanakan pada Rabu, 30 Juni 2010.
Seremoni acara tersebut ditandai dengan proses pemancangan tiang pertama oleh Taufik Hidayat disaksikan para undangan yang terdiri dari, Perwakilan Kemenegpora, Ketua Umum KONI Ibu Rita Subowo, Ketua Umum PB PBSI Bpk. Djoko Santoso, Perwakilan Pemda Jakarta Timur, Perwakilan Polres Jakarta Timur dan Managing Director Yonex Sunrise, Mr. DK. Seth.

Dalam kata sambutannya Taufik Hidayat menegaskan bahwa Taufik Hidayat Arena ini dibangun bukan semata sebagai gedung olahraga, namun sebagai saksi keinginan luhurnya untuk dapat mendukung perkembangan dunia olahraga bulutangkis Indonesia.
Ketua Umum KONI Ibu Rita Subowo serta Ketua Umum PBSI Bpk. Djoko Santoso melalui kata sambutannya dalam acara tersebut, menyambut positif keinginan positif ini untuk dapat membantu proses regenerasi olahraga ini serta untuk melahirkan kembali kecintaan serta kejayaan bulutangkis Indonesia seperti saat masa keemasannya.

Nantinya, Taufik Hidayat Arena ini terbuka untuk publik yang ingin menyewa lapangan bulutangkis serta lapangan futsal untuk bermain. Taufik Hidayat Arena jugaakan mempunyai program pelatihan khusus dimana khalayak umum dapat mengikuti program tersebut dan dilatih oleh tim pelatihan Taufik Hidayat. 
Taufik Hidayat Arena direncanakan akan melalui proses konstruksi selama 12 bulan dan diharapkan dapat membuka pintunya secara resmi di pertengahan tahun 2011. 

- Copyright © Sanggar Pena - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -